Manfaat Lampu Kabut ketika Berkendara di Malam Hari

Manfaat Lampu Kabut ketika Berkendara di Malam Hari - Lampu kabut atau fog lamp sudah menjadi bagian integral di mobil baru, seperti pada Toyota Rush. Lampu di bagian bawah bumper depan ini memperkuat sektor estetika sehingga mobil terlihat lebih modern dan berkelas.

Masalahnya, banyak di antara pemilik mobil belum paham sepenuhnya fungsi dari fitur lampu kabut ini. Bahkan ada beberapa yang melihat lampu kabut hanya sebatas sebagai simbol kemewahan dan untuk membedakan pilihan varian mobil.

Fungsi lampu kabut
Lampu kabut punya tugas mulia yaitu membantu pandangan pengemudi yang terbatas saat melalui jalan berkabut atau di tengah hujan deras. Lampu kabut meningkatkan sektor safety dengan memberikan penerangan tambahan.

Memang ada lampu utama yang menjadi sarana penerang jalan paling besar. Masalahnya, sinar lampu utama yang terlalu kuat malah membuatnya kesulitan untuk menembus kabut atau butiran air hujan.

Akibatnya, timbul bias dari sinar lampu mobil yang membuat Anda kesulitan untuk melihat aspal jalan karena cahaya lampu tidak bisa menembus barikade kabut dan air hujan. Ini jelas membahayakan karena pengemudi hanya bisa meraba situasi di depan.

Di lain pihak, sinar lampu kabut yang kekuningan disertai intensitas cahaya yang tidak setinggi lampu utama membuatnya sanggup menembus kabut atau derasnya guyuran air hujan dengan baik.

Selain itu, lampu kabut juga memiliki pola penyinaran yang menyebar sehingga menambah area yang bisa dilihat oleh pengemudi. Alhasil, Anda tetap dapat menjaga visibilitas keluar dengan baik.

Apalagi mobil “zaman now” banyak menggunakan lampu LED dengan intensitas cahaya yang tinggi, putih, dan terang. Sangat bermanfaat di kondisi normal, namun begitu memasuki area berkabut atau hujan, lampu jenis ini berkurang kemampuannya.

Efektif di Malam Hari
Seiring waktu, lampu kabut tidak hanya efektif di jalan berkabut atau pun hujan. Saat berkendara malam hari di cuaca normal sekalipun, cahaya fog lamp dapat membantu pengemudi untuk melihat sekitar mobil.

Dengan daya jangkau sekitar 10 meter dan sinar menyebar, fog lamp efektif untuk membantu penglihatan jarak dekat. Alhasil, Anda bisa lebih waspada pada kondisi jalan, seperti lubang, bahu atau marka jalan.

Posisinya yang di bawah juga tidak membuat silau pengguna jalan lain dari depan. Oleh sebab itu, maksimalkan fungsi fog lamp dengan mengaktifkannya saat dibutuhkan.

Tombol lampu kabut
Beberapa mobil meletakkan saklar untuk menyalakan fog lamp di tuas yang menyatu dengan saklar untuk menyalakan lampu senja dan lampu besar. Sementara, mobil lain meletakkan tombol lampu kabut di sisi dasbor.

Agar tidak salah menekan, simbol fog lamp adalah gambar setengah lingkaran seperti batok lampu dilengkapi 3 garis ke arah kiri bawah sebagai penanda sinar lampu kabut. Sinar tersebut dipotong oleh garis bergelombang.

Lampu kabut belakang
Ada juga lampu kabut belakang seperti di Toyota C-HR. Mobil dengan lampu kabut belakang pasti memiliki lampu kabut depan karena sifatnya sebagai pendukung safety.

Jika lampu kabut depan untuk membantu penglihatan sopir, lampu kabut belakang untuk membantu pengguna jalan di belakang agar dapat melihat mobil Anda saat cuaca hujan atau berkabut.

Hanya saja Anda tidak boleh menyalakan lampu ini saat kondisi normal. Posisinya dibuat agar dapat terlihat jelas oleh pengemudi lain di belakang. Alhasil akan menyilaukan saat dinyalakan tidak pada waktunya.

Sedikit berbeda dengan fog lamp depan, fog lamp belakang menggunakan simbol setengah lingkaran seperti batok lampu juga. Bedanya, arah 3 sinar lurus ke kanan disertai potongan garis bergelombang.

Pada panel instrumen, simbol lampu kabut depan berwarna hijau. Sedangkan lampu kabut belakang berwarna kuning. Supaya tidak sampai salah mengoperasikan, sebaiknya pelajari dulu posisi dan cara penggunaan lampu kabut.


______
Source:
Kenali Manfaat Lampu Kabut ketika Berkendara di Malam Hari https://bit.ly/2mkp8GF
Copyright © Automotifbali.com - Blog Otomotif Bali Mobil & Motor | Jasa Pembuatan Website di Bali