Cara yang Benar dalam Mencuci Mobil dengan Air Bertekanan Tinggi ? Ini Tipsnya

 Cara yang Benar dalam Mencuci Mobil dengan Air Bertekanan Tinggi ? Ini Tipsnya

Cara yang Benar dalam Mencuci Mobil dengan Air Bertekanan Tinggi ? Ini Tipsnya - Punya mobil baru Toyota Yaris tentu sangat menyenangkan karena tampangnya keren dan mencuri perhatian di jalan. Namun semua tidak akan ada artinya kalau tampilan luarnya kotor dan kusam.

Oleh karena itu, pecinta mobil Toyota, termasuk Toyota Yaris mesti menjaga kebersihan mobil dengan mencucinya secara rutin. Salah satu cara paling mudah adalah dengan membawanya ke tempat pencucian mobil.

Praktis, Anda tinggal menunggu mobil selesai dicuci. Setelah itu mobil Toyota kesayangan bisa dibawa kembali untuk beraktivitas.

Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menyerahkan proses mencuci mobil ke jasa layanan cuci mobil yang menggunakan air bertekanan. Alih-alih bersih, mobil malah jadi rusak karena salah dalam prosesnya.

1. Perhatikan alat yang digunakan
Banyak jasa layanan cuci mobil yang kurang peduli kondisi peralatan mencuci, seperti kain microfiber yang sudah usang dan lusuh, sikat rusak, atau menggunakan bahan pembersih yang tidak sesuai peruntukannya.

Alat yang sudah tidak layak akan merusak permukaan cat seperti menimbulkan baret halus. Obat pembersih yang salah juga bisa merusak permukaan cat sehingga membuatnya cepat kusam dan pudar.

2. Pelajari cara kerja operator
Terlihat sepele, tapi cara para pencuci mobil bekerja bisa memberikan Anda gambaran seperti apa hasil akhir pekerjaan mereka. Kalau ternyata mereka kurang terampil atau kerja tanpa prosedur, sebaiknya cari tempat cuci lain sebelum terkena masalah serius.

Cara petugas cuci memegang dan menyeka kain lap bisa Anda jadikan patokan. Biasanya tenaga pencuci mobil yang sudah terampil paham cara menyeka kain lap yang baik sehingga mobil bisa bersih tanpa meninggalkan masalah seperti baret halus.

3. Siram dengan air dari atas
Minta agar operator tidak langsung menyemprot air bertekanan tinggi. Minta mereka untuk mengalirkan air tanpa tekanan mulai dari atap untuk meluruhkan kotoran ringan seperti debu halus yang bisa berpotensi menimbulkan baret jika langsung disemprot.

Siram merata ke seluruh bagian mobil untuk memastikan seluruh debu berhasil dilenyapkan. Setelah itu baru proses menyemprot air bertekanan bisa dimulai untuk merontokkan kotoran yang belum berhasil dibersihkan.

4. Waspada sensor mobil
Penggunaan air bertekanan tinggi bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses pencucian karena memiliki daya merontokkan kotoran yang maksimal.

Masalahnya, mobil memiliki sensor yang sensitif terhadap air bertekanan tinggi. Oleh sebab itu, cek panel instrumen setelah selesai mencuci mobil untuk melihat apakah ada lampu indikator yang menyala sebagai tanda sensor bermasalah.

Pun saat berjalan keluar dari tempat mencuci jangan langsung memacu mobil. Mainkan pedal rem beberapa kali seperti ketika keluar dari banjir untuk memastikan rem berfungsi dengan baik. Termasuk mengawasi indikator di panel instrumen.

5. Jangan semprot ruang mesin
Di dalam ruang mesin banyak komponen kelistrikan yang sensitif dan bisa bermasalah jika disemprot air bertekanan tinggi. Kalaupun mau disiram untuk mempercepat proses, cukup dengan air mengalir atau dilap pakai kain basah.

Jangan sampai penggunaan air bertekanan tinggi membuat air masuk ke sela-sela seal lampu dan mengganggu kelistrikan lampu. Sebaiknya bagian lampu hanya dibasuh dengan air mengalir saja saat akan membersihkannya.

Hati-hati saat membersihkan dan mengeringkan ruang mesin dengan kain lap. Jangan sampai melepas soket atau sambungan kabel. Pastikan kering sempurna agar tidak timbul karat.

6. Hati-hati lapisan anti karat
Sebagian besar mobil sudah menggunakan lapisan anti karat. Biasanya lapisan ini diaplikasikan pada bagian bawah mobil seperti kolong sepatbor.

Masalahnya, seringkali tukang cuci malah menggunakan semprotan air bertekanan tinggi dan sikat kawat kasar untuk membersihkan kolong mobil agar cepat selesai.

Hal itu tentu berpotensi membuat rontok lapisan anti karat. Apalagi bila mobil Anda sudah cukup berumur. Minimal, minta tukang cuci untuk tidak menggunakan sikat kawat kasar.

7. Pastikan kering sempurna
Sebelum meninggalkan tempat cuci mobil, lakukan inspeksi singkat untuk memastikan bodi mobil sudah kering sempurna. Perhatikan celah bilah gril yang bisa dipakai untuk bersarang air.

Perhatikan juga celah antar panel, misalnya antara panel sepatbor dan kap mesin. Atau antara lampu dan bumper.

Buka pintu mobil dan inspeksi celah di dalamnya, termasuk tutup pengisian bensin. Pastikan jangan sampai ada sisa air menempel yang bisa menimbulkan bercak air (water spot).



Source:
Bagaimana Cara yang Benar dalam Mencuci Mobil dengan Air Bertekanan Tinggi ? https://bit.ly/2kMsn9n
Copyright © Automotifbali.com - Blog Otomotif Bali Mobil & Motor | Jasa Pembuatan Website di Bali